[catatan resepi kasih bonda]-sub 1
Walaupun kecil singgahsana, namun Mak dan Abah berjiwa besar. Mereka menjaga, mengasih, mengasuh, mengajar, memberi dan mencurah segala kasih dan sayang kepada anak-anaknya.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang maknanya), “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.”
Sebelum kami garapkan lebih lanjut tentang tercetusnya Mumchy Licious, kami
rumuskan serba sedikit pengenalan lokasi, situasi dan watak-watak penting
yang terlibat.
Bandaraya Kuala Lumpur: kota metropolitan dengan hiruk pikuk, bising
bingit, asap berbau yang dipenuhi pencakar langit dan kesesakan
manusia yang bertebaran, masing-masing mencari sesuatu bagaikan tiada penghujung.
Di situlah, kami diletakkan sejak dari dalam perut Mak hingga saat ini.
“Orang Key Ell katanya..orang Bandar”, bukan di rumah besar banglo
mewah kondo gah tinggi hebat, cuma rumah kecil bagaikan rumah
burung merpati yang dengan kurang sepuluh langkah dari pintu masuk
dah sampai ke hujung bilik tidur.
Walaupun kecil singgahsana, namun Mak dan Abah berjiwa besar. Mereka menjaga, mengasih, mengasuh, mengajar, memberi dan mencurah segala kasih dan sayang kepada anak-anaknya.
Maka, inilah kami sekarang: matlamat kami untuk kaya dan berjaya di dunia dan di akhirat serta membantu menambah
nilai kehidupan orang di sekeliling.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang maknanya), “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.”

No comments:
Post a Comment